Desktop Environment


 Linux merupakan sebuah sistem operasi yang awalnya hanya dikhususkan untuk para administrator jaringan, tetapi seiring berkembangnya zaman, Linux semakin maju dan didesainlah Distro-distro yang didalamnya sudah dipaketkan Aplikasi,Kernel Linux, dan Desktop Environment sehingga semua orang bisa menggunakan linux, untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan seperti aplikasi pengolah kata, gambar, dan hiburan.

A. Desktop Environment

Desktop Envirotment adalah sebuah antarmuka Grafis (Graphical User Interface) yang disediakan agar lebih mempermudah para pengguna untuk menggunakan System dengan mode grafik, serta dapat memperindah tampilan desktop sehingga lebih enak untuk dipandang dan nyaman untuk digunakan oleh siapa saja, Destop Environment yang disediakan di linux adalah, diantaranya yang paling Populer adalah Gnome, KDE,XFCE,LXDE,XPDE

1. GNOME (GNU Network Object Model Environment)

Gnome adalah sebuah Desktop Environtment yang didesain dengan dekstop yang nyaman dan mudah untuk digunakan oleh siapa saja, bahkan para pengguna baru, akan cepat akrab dengan desktop Gnome, Desktop gnome menawarkan kenyamanan, dan kestabilan dalam penggunaannya,

Gnome banyak digunakan sebagai DE beberapa Distro terkenal seperti Debian, Ubuntu dan turunannya, GNOME juga memiliki kekurangan, di antaranya berbagai kalangan user menilai GNOME terlalu sederhana dan beberapa aspek pengaturan harus dilakukan secara low level.

merupakan sebuah ‘computer desktop environment‘ untuk sistem operasi UNIX dan UNIX-like seperti Linux, BSD dan Solaris. GNOME adalah desktop resmi dari proyek GNU. Proyek GNOME dimulai sejak Agustus 1997 oleh Miguel de Icaza dan Federico Mena dengan tujuan menyediakan free software desktop untuk sistem operasi GNU/Linux. Dua jenis lingkungan yang disediakan GNOME adalah: (1) The GNOME desktop environment, sebuah intuitive dan attractive desktop untuk end-users, dan (2) the GNOME development platform, sebuah framework yang luas untuk membangun aplikasi yang dapat diintegrasikan diseputar desktop. GNOME tidak saja merupakan sebuah window manager, tapi merupakan sebuah sistem desktop yang mudah untuk berinteraksi dengan banyak sistem dan platform. Hal ini dikarenakan GNOME menggunakan CORBA (Common Object Resource Broker Architecture). GNOME dibuat berdasarkan lisensi GNU, hal ini membuat GNOME lebih diterima dalam dunia open source jika dibandingkan dengan KDE.

2. KDE (K Desktop Environment)

Kde adalah sebuah Desktop environment yang sangat menarik apabila dilihat dari tampilannya yang mengedepankan warna glosy biru, sehingga terlihat menarik,

KDE merupakan desktop yang sangat Configure able, artinya banyak sekali aspek-aspek dekstop yang bisa kita setting, Kde digunakan dibeberapa Distro-distro terkenal seperti Fedora, Mandriva, Kubuntu, dan PCLinuxOS, kekurangan KDE diantaranya adalah Desktop yang terlalu kompleks yang membutuhkan konfigurasi oleh user.

KDE dibangun dengan toolkit Qt dari Trolltech. KDE berjalan pada banyak ragam sistem Unix, termasuk Linux, BSD, dan Solaris. Terdapat pula versi KDE untuk Mac OS X dengan bantuan lapisan X11 dan untuk Microsoft Windows dengan bantuan Cygwin. Keunggulan utama KDE adalah kemudahan pemakaian, fleksibilitas, portabitilis, dan kekayaan fitur. KDE dikembangkan sejalan dengan KDevelop, paket pengembangan perangkat lunak, dan KOffice, paket aplikasi office. Huruf “K” mulanya adalah untuk “Kool”, tetapi selanjutnya diganti menjadi “K” saja, yang berarti “Aksara pertama sebelum ‘L’ (untuk Linux) dalam alfabet Latin.” Maskot dari proyek KDE adalah naga hijau bernama Konqi. Konqi dapat dijumpai di berbagai aplikasi, termasuk tatkala user hendak log out dan pada layar “Tentang KDE”.

3. XFCE

Xfce adalah sebuah desktop yang kencang dan ringan untuk sistem operasi Linux. Dirancang untuk produktifitas dan sangat mudah dikonfigurasi dengan tetap mengikuti spesifikasi Freedesktop. Tidak seperti desktop-desktop lain yang lebih berat seperti GNOME dan KDE, Xfce menggunakan daya sistem yang lebih sedikit. Sebagai tambahan, Xfce menyediakan modularitas yang bagus dan dependensi yang lebih sedikit, tidak memakan banyak ruang harddisk dan waktu yang panjang untuk menginstalnya. Xfce dapat diinstal pada beberapa platform UNIX. Diketahui untuk mengkompilasi pada Linux, NetBSD, FreeBSD, OpenBSD, Solaris, MacOS X dan Cygwin, pada x86, PPC, Sparc, Alpha (dikutip dengan sedikit penyesuain dari. Nama Xfce awalnya berdiri untuk XForms Common Environment, tapi sejak Xfce ditulis ulang selama dua kali, maka Xfce tidak lagi menggunakan toolkit XForms. Adapun namanya tetap, tapi F dijadikan huruf kecil (bukan “XFce”, tetapi “Xfce”). Saat ini, akronim ini tidak berarti apa-apa (saran: X Freakin ‘Best Environment).

4. LXDE

LXDE, Lightweight X11 Desktop Environment, adalah sebuah lingkungan desktop yang ringan dan cepat. LXDE dirancang agar ramah bagi pengguna dan desainnya ramping, ini untuk menjaga agar penggunaan sumber daya tetap rendah. LXDE menggunakan RAM dan CPU berkemampuan rendah namun tetap kaya fitur sistem operasi. Penggunaan sumber daya yang rendah inilah yang membuat LXDE hemat energi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s