mengenal lebih dekat CLI di Linux


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Alhamdulillah pada kali ini, berkesempatan untuk kembali bisa menulis kembali dan khususnya berbagi dan bermanfaat untuk semua orang pembaca, poin penting dalam tulisan ini adalah terkait hal-hal sederhana, yaitu tentang Command Line Interface di Linux.

Apa itu Command Line Interface (CLI) di Linux, layaknya command prompt di sistem operasi X, di Linux juga memiliki hal yang sama yaitu sebuah antarmuka baris perintah🙂 jika di Indonesiakan. #serius…. CLI adalah sebuah antarmuka antara pengguna dan sistem kernel, yang menggunakan interaksi baris perintah yang sudah dikenal oleh sistem dan dimengerti oleh sistem.

Masih belum paham ??? ok saya kasih analogi yang lebih mudah lagi.

Misalnya seorang naik ke sebuah kenderaan umum (Bentor), pastinya akan berinteraksi dengan suara dengan pengemudi kenderaan tersebut untuk mencapai ketujuan, tentu komunikasi antara penumpang dan pengemudi bentor harus saling mengerti tentang tujuan / lokasi yang ingin dicapai oleh penumpang dan hendak dicapai oleh pengemudi.”

salah satu contoh dekat tentang line command yang sering kali dilakukan / digunakan oleh pengguna yaitu, perintah untuk melakukan pengecekkan / akses koneksi antara komputer dan server internet…, perintah yang kita gunakan yaitu “ping”, adapun format penggunaan perintah adalah sebagai berikut :

# ping <host tujuan [ip/domain> <parameter>

# ping 8.8.8.8 -t atau ping google.com -t

ok, pastinya semua sudah paham bukan tentang CLI…??? tentu hal yang mengganjal lagi yaitu, dengan adanya istilah “ping”, apa dan bagaimana cara kerja ping…???

ping berfungsi untuk mengirimkan paket ICMP (Internet Control Message protocol) ke host tujuan. ICMP akan melakukan pengecekkan / kontrol terhadap host tujuan dengan mengirimkan paket pesan, dan mengirimkan kembali kondisi dari Host (komputer) yang dituju. (sumber : #man ping).

Alhamdulillah sudah paham sekarang ??? sudah tidak akan menjanggal lagi kan ???, oke dilanjutkan lagi.

Setelah mengenal tentang CLI, pada arsitektur hirarki direktori di Linux, kita kenal bersama beberapa direktori yang menampung perintah-perintah CLI, direktori yang dimaksud adalah direktori berikut :

Struktur Direktori "Filesystem Linux"

Struktur Direktori “Filesystem Linux”

Arsitektur filesystem di Linux berbentuk sebuah hirarki pohon, terbalik dimana berawal dari satu inti / titik yang dikenal dengan root (atau disimbolkan dengan ‘/’ atau slash).

Beberapa direktori (folder) yang ditandai diatas, yaitu bin dan sbin berfungsi untuk menampung informasi tentang perintah-perintah CLI, adapun yang menjadi pembeda dari kedua direktori diatas adalah :

  • Direktori bin, berfungsi untuk menampung line command yang dapat dieksekusi oleh semua user termasuk userbiasa dan superuser.
Isi direktori /bin

Isi direktori /bin

  • Direktori sbin, berfungsi untuk menampung line command yang hanya dapat dieksekusi oleh superuser.
isi direktori filesystem /sbin

isi direktori filesystem /sbin

Ayo kita coba untuk penggunaan perintah (command) melalui direktori /bin dan /sbin.

1. Penggunaan perintah date (/bin)

Berikut adalah penggunaan perintah “date” yang berada di direktori /bin, dapat dieksekusi / digunakan dengan akses userbiasa ($).

5

Perintah CLI “date”

2. Penggunaan perintah ifconfig (/sbin)

Berikut adalah penggunaan perintah “ifconfig”, yang berada di direktori /sbin, perintah (ifconfig) hanya dapat dieksekusi dengan hak akses superuser. Seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut :

Penggunaan perintah CLI (/sbin)

Penggunaan perintah CLI (/sbin)

dari penggambaran diatas, sudah sangat jelas bukan…? untuk kedepannya, kita akan sama-sama belajar bagaimana cara membuat sebuah perintah CLI, yang akan ditampung pada direktori /bin dan /sbin.

Selain itu bagaimana caranya jika kita berkeinginan untuk merubah / memodifikasi nama dari sebuah perintah agar, dengan tujuan agar lebih mudah diingat (user-friendly).

Jawaban saya : ya pasti bisa secara logika, kita hanya tinggal merubah / menduplikat sebuah perintah dengan menggunakan perintah cp (duplikat) dan mv (re-name). Contoh kasusnya apabila kita ingin merubah nama dari perintah cp menjadi duplikat. Adapun Implementasi modifikasi perintah dapat dilihat pada gambar berikut :

7 8

Proses penggunaan sangat mudah bukan…??? Dengan ini kita bisa merubah semua perintah yang ada didalam sistem CLI sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan pemahaman, sehingga lebih mempermudah kita untuk menghafal dan berinteraksi dengan sistem Linux melalui Antarmuka Command Line.

Sekian, semoga tulisan ini bermanfaat…!!! sangat diharapkan apabila ada koreksi dan masukkan yang membangun terhadap tulisan diatas, karena dalam menuliskan materi ini, saya pun masih dalam proses / tahapan pembelajaran.

Walid Umar (@walidumar)
Email :walidumar@gmail.com

Sesuatu yang sulit,…!!! apabila dipelajari secara berulang-ulang (Istiqomah), InsyaALLAH barokah…dan pasti dimudahkan.”

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s