Konfigurasi DHCP server mandiri dengan Debian 5.0


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas terkait DHCP,…🙂 apa itu DHCP ? DHCP merupakan akronim dari -> Dynamic Host Control Protocol. DHCP merupakan sebuah protocol yang memberikan layanan pemberian Ip address secara otomatis / dinamis kepada client. Jadi dalam kasus ini… sebuah computer / host client tidak perlu melakukan pengaturan ip address secara manual (statis) untuk terhubung ke sebuah network jaringan, karena DHCP akan memberikan ip address otomatis kepada host yang meminta / merequest sebuah address kepada server.

Sebenarnya protocol ini sudah bukan protokol yang asing lagi bagi teman-teman,… ya karena,…setiap harinya kita menggunakan layanan ini untuk mengakses dan menggunakan internet, salah satunya apabila kita menggunakan layanan internet hotspot.

Ok saya rasa, sudah cukup untuk pengantarnya, selanjutnya kita akan belajar membangun sebuah server menggunakan Linux Debian yang memberikan layanan DHCP kepada client.

Service DHCP Server

Sebelum konfigurasi, pastikan server Debian telah terinstall di mesin server, anda selanjutnya lakukan konfigurasi ip address secara manual, (pengaturan ip address menyesuaikan) pada server anda. Lakukan pengecekkan konfigurasi ip address pada menggunakan perintah berikut :

# nano /etc/network/interfaces

Konfigurasi IP Address

Konfigurasi IP Address

ok, pada konfigurasi ip address di server saya menggunakan network address 10.12.111.0/24. Selanjutnya pastikan anda sudah terhubung ke repository server / DVD debian, ketikkan perintah berikut untuk menginstall paket aplikasi dhcp3-server :

# apt-get install dhcp3-server

Install DHCP Server

Install DHCP Server

Lakukan notifikasi installasi dengan menekan tombol (Y/y) untuk konfirmasi installasi. Selanjutnya akan ditampilkan halaman konfigurasi layanan DHCP server yang menginformasikan tentang deskripsi tentang layanan DHCP server versi 3 yang akan diinstall beserta dengan cara / alur konfigurasi, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut, tekan tombol “Enter” untuk melanjutkan.

Installasi DHCP Server

Installasi DHCP Server

Setelah proses installasi selesai, selanjutnya layanan DHCP akan mencoba menjalankan servicenya secara otomatis, akan tetapi mendapatkan masalah, oleh karena itu ditampilkan peringatan “Failed”, pada gambar dibawah :

Installasi Layanan DHCP Server

Installasi Layanan DHCP Server

Selanjutnya dipastikan kembali, status dari layanan dhcp server, dengan menggunakan perintah berikut :

dhcp6

Status Layanan DHCP Server

Catatan : Berdasarkan pada informasi diatas, menyatakan bahwa layanan dhcp server sekarang belum berjalan.

Ok, layanan DHCP belum berjalan, karena sebelumnya belum kita konfigurasi, nah sekarang… mari kita konfigurasi layanan DHCP server. Lakukan konfigurasi layanan DHCP dengan mengedit file konfigurasi dhcp dengan file editor (nano) yang terletak pada direktori /etc/dhcp3/dhcpd.conf. Selanjutnya lakukan pencarian pada baris berikut :

Konfigurasi Layanan DHCP Server

Konfigurasi Layanan DHCP Server

Lakukan konfigurasi pada baris diatas, sesuai dengan kebutuhan anda, jika pada konfigurasi pada server yang saya gunakan, bisa dilihat pada gambar berikut :

Konfigurasi DHCP Server

Konfigurasi DHCP Server

Keterangan :

1. subnet xxx.xxx.xxx.xxx netmask xxx.xxx.xxx.xxx :

merupakan baris konfigurasi network dan netmask yang akan digunakan dalam sistem. Pada kondisi kali ini saya menggunakan network 10.12.111.0/24, untuk konfigurasi anda silahkan menyesuaikan

2. range xxx.xxx.xxx.xxx xxx.xxx.xxx.xxx :

merupakan baris konfigurasi penggunaan range ip address, artinya ip-address yang akan dialokasikan untuk client (user) yaitu mencakup antara 10.12.111.100 – sampai dengan – 10.12.111.150, sehingga pada baris ini, ip address dinamis (DHCP) yang akan dialokasikan untuk host (user) dapat kita batasi sesuai dengan kebutuhan, jika pada kasus diatas, saya membatasi ip address dinamis untuk client (DHCP) hanya 50 Ip address, yang mana berkisar antara 10.12.111.100 sampai 10.12.111.150.

3. option-domain-nameservers xxx.xxx.xxx.xxx :

merupakan baris konfigurasi DNS untuk dialokasikan ke host (user/client), sehingga apabila pada suatu jaringan menggunakan sebuah layanan DNS baik public maupun private. Host (client) yang menggunakan layanan DHCP, dapat mengakses DNS yang tersedia dalam sebuah jaringan. Dalam kondisi kali ini saya menggunakan DNS public.

4. option domain-name “google.com” :

merupakan baris konfigurasi penggunaan domain-name, anda bisa menggunakan domain name public seperti google.com, atau apabila anda memiliki alamat domain private yang anda bangun dalam jaringan lokal anda bisa menggunakan domain-name anda.

5. option routers xxx.xxx.xxx.xxx :

merupakan baris konfigurasi untuk penggunaan gateway untuk layanan DHCP yang anda gunakan, bisa menggunakan gateway pada server DHCP anda, atau bisa mengarahkan ke alamat DHCP yang lain, seperti yang ditunjukkan pada gambar diatas, saya menggunakan ip address 10.12.111.189/24, sedangkan untuk DHCP gateway saya arahkan ke alamat address 10.12.111.254/24.

6. option broadcast-address xxx.xxx.xxx.xxx :

merupakan baris konfigurasi untuk penggunaan broadcast untuk layanan DHCP server, silahkan menyesuaikan dengan penggunaan network dan subnet anda.

7. default-lease-time 600,

adalah waktu yang dialokasikan ketika sebuah ip diberikan kepada komputer client, setelah waktu penggunaan selesai, maka ip tersebut dapat digunakan lagi oleh host komputer yang sama, ataupun komputer yang lainnya.

8. max-lease-time 7200,

adalah waktu maksimum yang di alokasikan untuk penggunaan ip address oleh DHCP Server ke client dalam satuan detik 7200 detik

Setelah itu lakukan penyimpanan konfigurasi DHCP menggunakan Ctrl + O (save) dan Ctrl + X (keluar), selanjutnya lakukan restart kembali layanan DHCP menggunakan perintah berikut :

Restart Layanan DHCP

Restart Layanan DHCP

Ok🙂 layanan DHCP sudah direstart, selanjutnya silahkan cek layanan DHCP apakah sudah berjalan dengan benar. Jika sudah berjalan, status DHCP akan berubah menjadi running, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut :

Layanan DHCP sudah running

Layanan DHCP sudah running

Atau bisa melakukan pengecekkan layanan DHCP menggunakan perintah berikut :

Layanan DHCP Server

Layanan DHCP Server

Dengan beberapa pengecekkan & pengetesan yang telah dilakukan diatas, berarti layanan DHCP server sudah berjalan dan siap digunakan.

Pengecekkan

Lakukan pengecekkan melalui client dengan menggunakan metode penggunaan IP Address, dan selanjutnya biarkan sistem meminta ip address melalui server secara dinamis, seperti pada gambar berikut : (lakukan hal yang sama pada sistem berbasis windows).

Konfigurasi DHCP Server

Konfigurasi DHCP Server

Selanjutnya secara otomatis kita akan mendapatkan alokasi alamat ip address secara dinamis melalui server, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut :

Layanan DHCP Server

Layanan DHCP Server

Perhatikkan alokasi ip address yang diterima oleh host (user) pertama yaitu 10.12.111.101/24 yang berarti sesuai dengan konfigurasi dan alokasi yang ditentukkan pada saat konfigurasi DHCP server sebelumnya. berikut adalah sedikit pengecekkan layanan DHCP melalui client menggunakan console terminal menggunakan tool ping & nslookup

dhcp15

Pengecekkan Layanan DHCP

dhcp16

Pengecekkan Layanan DHCP

dhcp17

Pengecekkan Layanan DHCP

Apabila anda masih mengalami kesulitan dalam konfigurasi DHCP server pada sistem berbasis Linux Debian, anda dapat melihat panduan dalam bentuk video berikut :

Sekian, semoga bermanfaat…apabila ada kesalahan mohon koreksi dan masukkannya, agar artikel ini bisa menjadi lebih baik lagi, dan bermanfaat untuk semua orang.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s