Konfigurasi Ip address di Linux


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Pada kesempatan kali ini saya hendak berbagi informasi terkait Konfigurasi Ip address pada sistem Operasi Linux, hal ini penting karena IP Address merupakan sebuah prokol penting dalam menghubungkan antara PC dengan jaringan Intranetwork dan Internet. untuk itu bagi pengguna awam (seperti saya :)) hal ini tentu membingungkan,…

Pada bagian ini saya hendak menjelaskan metode konfigurasi ip address melalui console terminal.

GNU / Linux Debian dan Turunannya

Bagi para pengguna Distro Linux berbasis Debian & Ubuntu dapat mengikuti langkah berikut :

1) Lokasi direktori file konfigurasi interface jaringan terletak pada /etc/network/interface, untuk itu anda dapat melakukan proses editing dengan text editor, text editor yang saya gunakan adalah nano.

# nano /etc/network/interfaces

i1


Penjelasan :

Saya akan sedikit menjelaskan terkait baris konfigurasi diatas,

  • baris yang diawali oleh tanda tagar (#) bermakna baris tersebut akan dinonaktifkan / artinya tidak akan terbaca oleh sistem.
  • auto lo : bermakna untuk mendefinisikan interface untuk loopback agar, sistem dapat melakukan ping (pemanggilan) ke diri sendiri.
  • iface lo inet loopback : menjelaskan bahwa interface lo adalah sebuah interface yang berfungsi sebagai loopback.
  • auto eth0 : mendefinisikan interface ethernet (NIC) pertama dalam sistem, sistem penamaan ethernet dimulai dari “0” kemudian yang kedua adalah “1” dan seterusnya.
  • iface eth0 inet static : menjelaskan bahwa interface ethernet 0 menggunakan mode konfigurasi pengalamatan ip secara statik.
  • Address : berfungsi untuk mendefinisikan ip address untuk ethernet 0
  • netmask : berfungsi untuk mengklasifikasikan pembagian kelas untuk ip address yang digunakan. jika konfigurasi diatas menggunakan 255.255.255.0 (/24) berarti kelas ip address yang digunakan adalah kelas C.
  • network : mendefinisikan network-ID dari ip address yang digunakan, network yang digunakan biasanya sama dengan ip address, akan tetapi blok terakhir ditutup dengan angka “0”
  • broadcast : alamat ip terakhir dari sebuah network dan tidak bisa digunakan sesuai dengan aturan komunikasi dalam Layer TCP/IP, penentuan ip broadcast berdasarkan pada : Jumlah Host Address dalam sebuah kelas ditambahkan dengan 1. akan menghasilkan alamat broadcast dari sebuah IP Address.
  • gateway : alamat ip address yang menjadi sumber informasi atau yang bertindak sebagai sebuah server.
  • dns-nameservers : mendefinisikan alamat ip address yang bertindak sebagai DNS Server.
  • dns-search : mendefininisikan alamat domain dalam sebuah jaringan, biasanya berbentuk alamat DOMAIN.

 

Simpan konfigurasi dengan mengetikkan perintah Ctrl + O (Simpan) dan keluar dari file konfigurasi interface dengan mengetikkan Ctrl + X (Keluar). selanjutnya restart layanan dengan mengetikkan perintah berikut :

/etc/init.d/networking restart

Jika proses restart telah dilaksanakan tanpa adanya ERROR, selanjutnya cek apakah IP Address sudah diterapkan pada interface dengan mengetikkan perintah berikut :

i2

GNU / Linux Centos, Fedora, dan turunannya

Proses konfigurasi IP Address pada Sistem Operasi berbasis Redhat, Centos, dan turunannya agak sedikit berbeda, berikut adalah panduannya, Terlebih dahulu cek apakah interface jaringan sudah aktif. dengan mengetikkan perintah “ifconfig”

# nano /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0

Ketikkan baris berikut :

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
BROADCAST=192.168.1.255
IPADDR=192.168.1.1
NETMASK=255.255.255.0
GATEWAY=192.168.1.1
NETWORK=192.168.1.0
ONBOOT=yes

 

Keterangan :

  • DEVICE : Mendefinisikan nama ethernet yang terdeteksi dalam jaringan, contoh eth0, eth1, eth1, dst…
  • BOOTPROTO : Mendefinisikan tipe konfigurasi yang digunakan jika menggunakan static, berarti menggunakan ip address statis, jika menggunakan dynamic / dhcp maka menggunakan ip address dinamis.
  • ONBOOT : Mendefinisikan mode ethernet jika diaktifkan pada saat start-up sistem, jika dipilih opsi yes berarti interface dan konfigurasinya akan diaktifkan pada saat booting, jika memilih opsi no, berarti sebaliknya.

Pada baris konfigurasi diatas sedikit berbeda dengan pada Debian, sebelumnya karena kita belum dapat mengkonfigurasi alamat DNS dan Name Server, untuk itu selanjutnya kita perlu melakukan konfigurasi terhadap domain yang terletak pada direktori /etc/resolv.conf, adalah sebagai berikut :

# nano /etc/resolv.conf

Selanjutnya masukkan alamat nameserver dan DNS dengan mengetikkan baris perintah berikut :

nameserver 192.168.1.1

Selanjutnya simpan, dan keluar dari konfigurasi dengan mengetikkan perintah berikut :

# /etc/init.d/networking restart

Cek konfigurasi menggunakan perintah ifconfig.

 

Sekian, semoga panduan diatas bermanfaat buat teman-teman, apabila ada kekurangan dan kesalahan mohon koreksi dan masukkannya, agar bisa menjadi bahan koreksi dan perbaikkan kedepannya.

“Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya, dan abadikan dengan membagikannya”

 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s