Inovasi Daerahku! Gorontalo


Karawo / Kerawang khas Gorontalo

Karawo / Kerawang khas Gorontalo

Kain Tradisional khas Gorontalo yang saat ini sudah mulai dikenal oleh masyarakat luas di tingkat Nasional, yang kerap kita kenal dengan sebutan Karawo / Kerawang merupakan kata yang di ambil dari bahasa daerah Gorontalo yang artinya sulaman dengan tangan.

Saat ini banyak industri kreatif yang sangat gencar-gencarnya memperkenalkan Karawo , hal ini tentu berimplikasi positif bagi daerah Gorontalo tentunya, karena kain tradisional ini akan dapat dikenal secara global.

Proses desain dan pembuatan kain tradisional ini membutuhkan proses yang panjang karena membutuhkan ketekunan dan kesabaran para pengrajin karawo, Seni membuat karawo di dapat dikenal dengan istilah “Makarawo”, seni ini merupakan seni yang telah diturunkan dari generasi sebelumnya pada saat kerajaan Gorontalo masih berjaya.

Keunikan, keindahan, kualitas motif dan keunikan yang dihasilkan, adalah salah satu faktor yang membuat sebuah kain Karawo memiliki nilai (harga) yang sangat tinggi, sehingga kain tradisional ini menjadi primadona bagi setiap pengunjung / tamu yang datang bertamu / berkunjung di Gorontalo.

Dibalik semua itu karawo sebenarnya pernah mengalami fase sulit, karena kurangnya pengrajin yang menekuni ilmu “Mokarawo”, hal ini disebabkan oleh kerumitan, serta detail yang dapat menyita waktu dan membutuhkan ketekunan yang ekstra keras. Namun hal ini tidak membuat seniman kain khas karawo putus asa, dengan adanya kerja sama yang baik dengan Pemerintah Provinsi / Kota dan Kabupaten, membuat berbagai macam Festival yang digelar secara rutin tiap tahunnya, sehingga hal ini secara siginifikan dapat menarik perhatian dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat mengenakan produk Karawo.

Pembuatan Pola Karawo secara Tradisional

Pembuatan Pola Karawo secara Tradisional

Tahapan pengerjaan dan pembuatan kain sulaman karawo secara umum dapat dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu : Menggambar Pola, Pemotongan Kain, Iris Cabut, Menyulam, dan proses Finishing,

Pada setiap tahapan / proses membutuhkan ketajaman penglihatan dan kecermatan dalam menghitung benang-benang yang akan diiris dan yang akan dicabut, hal ini sangat menentukan kualitas akhir produk yaitu kehalusan sulaman, tahapan penyulaman dilakukan dengan cara menelusurkan benang mengikuti arah jalur benang, selanjutnya pada proses akhir (finisihing) akan melilit jalur-jalur benang dengan satu lilitan, yang bertujuan untuk memperkuat pola, dan jalur lilitan kain, agar hasil akhir sulaman terlihat lebih rapi dan kokoh. Proses produksi untuk menghasilkan sebuah produk karawo membutuhkan waktu +/- 3 – 4 hari

Adapun jenis / tipe kain karawo adalah Karawo Manila dan Karawo Ikat, Karawo manila dibuat dengan teknik mengisi benang sulaman ke sebuah motif / pola yang sudah dibuat sebelumnya, sedangkan karawo ikat dilakukan dengan teknik mengikat bagian-bagian bahan yang telah diiris dan dicabut serat benangnya dengan mengikuti pola motif yang telah di buat.

Capture

Pembuatan motif / pola Karawo menggunakan aplikasi Komputer

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, untuk mendesain sebuah motif Karawo, dapat dibuat menggunakan aplikasi komputer pembuat motif Kristik, hal ini dapat membuat proses produksi menjadi lebih cepat dan efektif. Aplikasi dapat didownload melalui tautan berikut : https://sourceforge.net/projects/crosti/

 

Proses Cetak Pola Kristik dengan aplikasi

Proses Cetak Pola Kristik dengan aplikasi

Proses pembuatan pola secara otomatis dapat dibentuk dengan melakukan konversi dari gambar digital, setelah pembentukkan pola selesai dilakukan selanjutnya dapat dicetak menggunakan alat cetak.

Setelah proses cetak selesai dilakukan, proses pembuatan karawo (mokarawo) dapat dilakukan dengan mengikuti pola-pola yang sudah terbentuk secara digital oleh aplikasi. Hal ini dapat memberikan kemudahan dalam pembuatan dan penggambaran model / pola.

Saat ini keberagaman pola / motif karawo yang dihasilkan oleh pengrajin terlalu monoton, dan kurang beragam (hanya sebatas bentuk / pola abstrak seperti : bunga, hewan, dll).

Dengan adanya inovasi dengan pemanfaatan aplikasi komputer untuk pembentukan pola model kristik harapan saya sebagai penulis adalah dapat membuat kain khas daerah Gorontalo lebih menarik, beragam, dan diminati oleh berbagai kalangan (usia, strata, dan RAS), sehingga dapat dikenakan  diberbagai kondisi kegiatan.

Jaya Terus INDONESIA ku,…. MOMONGU LIPU LO HULONDALO |
‘Mari Kita membangun daerah, GORONTALO tercinta’

 

 


Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahkuhttps://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

One thought on “Inovasi Daerahku! Gorontalo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s