command ifconfig yang digantikan oleh command “ip” – Debian 9 Stretch

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

bagi seorang administrator server debian, yang sering berinteraksi dengan sistem debian, mulai dari mengkonfigurasi ip address, service, dan fitur-fitur server lainnya pada Linux,… tentunya perintah ifconfig sudah tidak asing lagi bagi teman-teman…

ifconfig di linux memiliki beberapa fungsi yang sangat beragam dan disini saya akan menjabarkan beberapa fungsi command ifconfig dalam melakukan konfigurasi jaringan di linux.

Berikut beberapa fungsi command ifconfig di linux :

  • Untuk pengesetan ip address secara manual pada komputer dan jaringan komputer anda.
  • Untuk pengesetan alamat subnet mask pada komputer dan jaringan komputer anda.
  • Untuk pengesetan alamat broadcast pada komputer dan jaringan komputer anda.
  • Untuk mengecek alamat jaringan (MAC Address dan IP Address) secara bersamaan pada setiap perangkat keras kartu jaringan.
  • Semua pengesetan dan pengaturan ini dilakukan melalui akses ke kernel Linux dan tersimpan dengan baik pada sistem.

# ifconfig
-bash: ifconfig: command not found
(Dokumentasi tentang output perintah ifconfig ketika diketikkan pada sistem operasi Debian 9)

Pada rilis versi sistem operasi Linux Debian 9 “stretch”, command ifconfig telah di gantikan menjadi perintah baru yaitu ip, oleh karena itu merilah kita mengenal sejenak tentang perintah ip (lebih lengkap ketik # man ip)

Berikut adalah sekilas tentang manual penggunaan dasar perintah ip 

Perintah diatas, berfungsi untuk menginformasikan tentang interface network pada server
(meliputi : mac-address, ip address, dan informasi lainnya)Perintah diatas, berfungsi untuk menampilkan interface network yang telah di konfigurasi atau memiliki alamat ip address versi 4Perintah diatas, berfungsi untuk menampilkan informasi interface secara spesifik

Perintah diatas, berfungsi untuk mengkonfigurasikan sebuah alamat ip address pada interface tertentu

root@walidumar:~# ip link set dev enp0s3 down
root@walidumar:~# ip a
1: lo: <LOOPBACK,UP,LOWER_UP> mtu 65536 qdisc noqueue state UNKNOWN group default qlen 1
link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00
inet 127.0.0.1/8 scope host lo
3: enp0s8: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc pfifo_fast state UP group default qlen 1000
link/ether 08:00:27:72:f2:12 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
inet 192.168.1.5/24 brd 192.168.1.255 scope global dynamic enp0s8
root@walidumar:~# ip link set dev enp0s3 up
root@walidumar:~# ip a
1: lo: <LOOPBACK,UP,LOWER_UP> mtu 65536 qdisc noqueue state UNKNOWN group default qlen 1
link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00
inet 127.0.0.1/8 scope host lo
2: enp0s3: <BROADCAST,MULTICAST> mtu 1500 qdisc pfifo_fast state DOWN group default qlen 1000
link/ether 08:00:27:98:36:90 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
inet 10.10.10.1/24 scope global enp0s3
3: enp0s8: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc pfifo_fast state UP group default qlen 1000
link/ether 08:00:27:72:f2:12 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
inet 192.168.1.5/24 brd 192.168.1.255 scope global dynamic enp0s8

Perintah diatas, berfungsi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan suatu network interface

Cukup sekian, untuk pembahasan tentang panduan penggunaan perintah ip, semoga bermanfaat…. 🙂 nah selanjutnya
bagaimana solusi untuk administrator jika ingin tetap menggunakan command ipconfig ???

# nano /etc/apt/sources.list

Tambahkan beberapa baris alamat repository berikut kedalam file sources.list :
deb http://deb.debian.org/debian stretch main
deb-src http://deb.debian.org/debian stretch main

# apt-get update
# apt-get install net-tools

Sekarang coba kembali gunakan perintah ifconfig, ….

Sekian, semoga bermanfaat…
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Advertisements