Soal MTP – LKS IT Network System Administration 2017

Berikut saya bagikan soal Lomba Kompetensi Siswa Nasional ke 25 Surakarta bidang Lomba IT Network System Administration – Jurusan Teknik Komputer & Jaringan,
Semoga bermanfaat…

  1. LKSN2017_ITNSA_MODULA
  2. LKSN2017_ITNSA_MODULB
  3. LKSN2017_ITNSA_MODULC
  4. LKSN2017_ITNSA_MODULD

InsyaALLAH kedepannya melalui postingan blog ini / melalui channel youtube, akan dibagikan tips dan solusi untuk menyelesaiakan soal LKS diatas…
Terimakasih.

Advertisements

membuat banyak user pada Linux dengan bash shell (teknik perulangan/looping)

Membuat user baru pada sistem operasi berbasi Linux, memang cukup mudah, kita hanya perlu mengetikkan perintah

# useradd <namauser>
atau
# adduser <namauser>

Pada postingan kali ini, saya akan mengulas sedikit pembahasan terkait pembuatan user dikombinasikan dengan teknik pemrograman bash, yang memanfaatkan fitur perulangan (looping). membuat sebuah user mungkin menurut teman-teman sangat mudah,…. bagaimana jika suatu saat kita diminta untuk membuat 100 user, untuk pengguna… tentu akan sangat memakan waktu jika menggunakan single command line,. nah untuk itu kita bisa memanfaatkan metode perulangan dalam bahasa pemrograman bash shell.

Buatlah sebuah file dengan nama useradd.sh, selanjutnya ketikkan script bash berikut…

for ((i=1; i<=100; i++))
do
adduser user$i –disabled-password –gecos user$i
passwd user$i <<< “p4ssw0rd”$’\n'”p4ssw0rd”
done

Penjelasan : 

  • Menggunakan teknik perulangan for, dimana terdapat variabel i yang dideklarasikan dengan nilai (1), selanjutnya dibuat sebuah kondisi i<101, dan dilanjutkan dengan proses increment (i++)…. Selanjutnya program akan mulai melakukan eksekusi perintah yang diketikkan setelah do secara berulang hingga mencapai angka 100;
  • selanjutnya kita program akan mengeksekusi skrip pembuatan user (adduser dan passwd) dengan password…. hingga mencapai 100 user.

 

jika sudah selesai, silahkan simpan,… selanjutnya ubahlah permission terhadap file tersebut agar menjadi executable…

# chmod +x useradd.sh

Selanjutnya kita bisa mengeksekusi file tersebut dengan perintah berikut

# ./useradd.sh

[SOLVED] Masalah installasi USB di Debian & turunannya

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Pada kesempatan kali ini saya hendak berbagi terkait pengalaman saya tentang permasalahan dalam proses installasi Linux Debian & turunannya menggunakan USB Flashdisc. Berawal dari keinginan seorang siswa saya untuk membuat laptop/notebooknya untuk di install Sistem Operasi berbasis Kali Linux. namun perangkat laptop yang digunakan tidak dilengkapi dengan CD/DVD Drive,. karena DVD-Rom tidak tersedia akhirnya kami berinisiatif untuk menggunakan USB Flashdisc sebagai media installasi,…. sesaat setelah memulai proses installasi, kami terhenti di step > “Detect & Mount CD-ROM”

kali-error

Kami pun bingung,… ternyata sistem operasi mendeteksi bahwa media installasi yang digunakan adalah CD-ROM, namun ketika melakukan scanning ke direktori /cdrom, data sistem operasi tidak tersedia sehingga sistem meminta untuk melakukan proses mounting CD-ROM. ……………. 😀 😀 😀 kami kan awalnya tidak menggunakan CD/DVD Rom sebagai media installasi…

setelah mencoba untuk mencari solusi melalui mesin pencari akhirnya, ketemu solusinya,….

Solusi :

  1. Pada tahapan Try Again to Mount the CD-ROM diatas,….. lepaskan USB FLashdisc dari Laptop
  2. Selanjutnya plug / hubungkan kembali… setelah beberapa detik, tunggu hingga lampu berkedip.
  3. Klik “Yes”,…. dan permasalahan teratasi 😀 😀 😀

Semoga bermanfaat!
Sekian & Terimakasih,

Wassalamualaikum Warahmatulallahi Wabarakatu

Tiga Tanda Kita Harus Segera Resign

Bulan ini, dua rekan kerja saya resign. Mereka bukan sekedar konco gawe biasa, tapi juga partner in crime dalam bermain, belajar, ngegosip, ngebully, dan teman tidur yang menyenangkan (kata Umar, kita bisa tahu karakter seseorang setelah bepergian dengannnya, berbisnis dengannya, dan tidur di rumahnya).

Dua-duanya pindah ke perusahaan start up. Kawan pertama pindah ke online travel agent yang katanya berpotensi menjadi the first start up unicorn di Indonesia (perusahaan dengan valuasi 1 milyar USD). Kawan kedua pindah ke perusahaan FMCG dairy product dari Thailand yang produknya akan masuk ke pasar Indonesia.

Tentu saya merasa kehilangan, sambil ngelus perut dan bertanya: “situ kapan bro?”. Bagi generasi Millenials seperti kami, berganti pekerjaan bukanlah sesuatu yang tabu. Menurut statistik, 80% beranggapan bahwa waktu ideal bekerja di satu perusahaan adalah maksimal 3 tahun. Dan itu berarti kami bisa berganti pekerjaan hingga 15-17 kali dengan 5 bidang karier yang berbeda. Bahkan 55% generasi ini ingin membuka perusahaannya sendiri.

Sejak lulus kuliah dan mencoba belajar di dunia korporasi pada 2012, saya sudah pindah 4 perusahaan. Mengajukan surat pengunduran diri bukanlah sesuatu yang asing. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi, ada tiga syarat dimana kita wajib mengajukan surat cinta ini:

1. Mengalami stagnansi
Masih melakukan pekerjaan yang persis sama seperti 2 tahun lalu? Maka ada dua kemungkinan. Pertama, Anda semakin ahli (specialist expert) atau kemungkinan kedua: Anda ga kemana-mana lagi (stagnant). Bagaimana membedakannya? Sederhana.

Cukup ajukan pertanyaan kepada diri sendiri: “Apakah saya belajar hal baru? Apakah saya bertemu orang baru? Apakah saya memberikan kontribusi baru?”. Jika jawabannya tidak, maka selamat bertemu dengan makhluk setengah dementor bernama stagnansi. Ia akan menyeret korbannya ke zona nyaman dan perlahan-lahan menyedot perkembangan hidup si korban.

2. Tidak ada inspirasi
Ketika Anda bangun pagi dan berdoa ada badai salju agar tidak perlu ke kantor hari ini, maka itu adalah tanda tiadanya inspirasi. Saat Anda merasa bosan dan berharap segera pulang, maka itu adalah pertanda gairah yang hilang. Saat pekerjaan menjadi tuntutan kewajiban, maka setiap tanggung jawab terasa seperti beban.

Pekerjaan yang baik harus membuat Anda bersemangat bangun pagi, tertawa saat sibuk di siang hari, dan tersenyum ketika pulang di malam hari. Jika Anda tidak bahagia, berarti ada yang salah dengan pekerjaan Anda, atau cara Anda memaknai pekerjaan itu.

3. Mengejar mimpi
Mark Zuckerberg mengembangkan Fecebook saat belum genap 20 tahun, Henry Ford memulai Ford Motor di usia 39, Colonel Sanders membuka gerai KFC pertama di umur 65. Intinya: orang akan mengingat karya Anda, bukan usia Anda. Tidak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan yang membawa kebaikan.

Ketika Anda sadar jika Tuhan menciptakan Anda bukan untuk melakukan pekerjaan ini dan memiliki “panggilan” untuk melakukan sesuatu yang lain, maka waktunya mengikuti panggilan itu. Jangan membunuh suara hati kecil Anda.

Posisi versus Kontribusi

Bagaimana jika tujuan pindah kerja untuk mencari penghidupan (gaji) yang lebih baik? Tentu itu wajar dan manusiawi. Tapi anehnya, hampir semua orang hebat (entrepreneur, direktur, pejabat publik) yang saya temui dan baca biografinya tidak meletakkan bayaran sebagai motivasi utama. Mengutip Kiyosaki:

“Hanya kelas menengah yang bekerja demi gaji”.
Oleh karena itulah, juga demi menghindari pajak, CEO perusahaan besar seperti Steve Jobs (Apple), Sergey Brin (Google), atau Lee Iacocca (Chrysler) hanya ‘digaji’ 1 dollar USD. (Tentu mereka mendapat benefit package lain senilai jutaan dollar yang dikenai pajak lebih kecil).

Bagi orang-orang keren ini, bayaran tak perlu dipikirkan. Hal itu pasti naik mengikuti pertumbuhan kualitas diri. Mereka tidak berkata : “Apa yang saya dapatkan?”, tapi justru malah bertanya: “Apa yang bisa saya berikan?”.

Mereka tahu perbedaan antara posisi dan kontribusi. Posisi itu alat. Kontribusi itu nilai. Orang kebanyakan lebih mementingkan posisi daripada kontribusi. Sedangkan mereka tahu jika kontribusi lebih penting daripada posisi. Kontribusi memberikan Anda posisi. Posisi mewajibkan Anda untuk berkontribusi. Kita tak perlu menunggu memiliki posisi, untuk menyumbangkan kontribusi.

Direktur itu posisi. Mengusulkan solusi itu kontribusi.

Pejabat itu posisi. Melayani orang lain itu kontribusi.

Guru itu posisi. Membagi ilmu itu kontribusi.

Dokter itu posisi. Membantu sesama itu kontribusi.

Polisi itu posisi. Melindungi yang lemah itu kontribusi.

Menjadi manusia itu posisi.

Menjadi makhluk ciptaan Tuhan dan berbuat kebaikan, Itu kewajiban.

Sumber : https://www.facebook.com/dekyo.doghenz